jump to navigation

Dan … burung itupun berdarah … Agustus 27, 2009

Posted by M. Yusuf Wahyudi in Lain-lain.
trackback

PICT0043Walaupun tulisan ini terlambat saya posting-kan, tapi gak apa-apa, demi untuk mengenang bagaimana perjuangan anakku tersayang melawan rasa ketakutannya,.. dan akhirnya menang.

Ya sore itu dengan diiringi teriakan Allaahu akbar, bismillah hirrahmaanirrahim berkali-keli keluar dari mulut Firman dan disertai guyuran hujan, seekor burung telah rela dikorbankan untuk memenuhi perintah-Nya.  Sore itu hari Jum’at tanggal 10 Juli 2009 tepat pukul 15.30 Wita, anakku telah berhasil melawan rasa ketakutannya untuk dipotong sebagian “burung”-nya guna memenuhi seruan Nabi.

Memang  mulanya tidak mudah untuk dapat merayu agar ia mau di-sunat, namun dengan rayuan ibunya serta beberapa persyaratan yang diajukannya (ia mau asal dibelikan tenda untuk berkemah dan diajak berenang di “water boom”) akhirnya terjadilah kesepakatan “deal” untuk disunat.  Kami segera menghubungi pak Iskandar (mantri puskesmas yang sering menangani sunatan) dan beliau sepakat untuk melaksanakan di hari Jum’at tanggal 10 Juli 2009 jam 15.30 Wita.  Dan hari itupun tiba, akhirnya ……

Dengan teriakannya yang lantang dan dipegangi oleh ibunya, kami terus memotivasi agar ia mau menahan rasa kesakitan sesaat saja. Memang setelah disuntik bius oleh pak Iskandar (mantri dari puskesmas) ia tidak merasakan apa-apa pada bagian burungnya, sehingga pak Kandar – begitu beliau sering disebut- merasa leluasa untuk me-ngoprek burungnya dengan hati-hati.  Dengan sedikit operasi kecil -sampai berdarah-darah- akhirnya prosesi pemotongan burung anakku selesai, dan akhirnya burung itupun bisa bernyanyi.

Rasanya gak sakit yah ! begitu kata anakku saat kutanya bagaimana rasanya saat burungnya dipotong. Tapi kenapa Firman tadi berteriak, lanjutku bertanya.  Aku tadi cuman takut aja yah! jadinya aku berteriak ! begitu jawabnya dengan ringan sambil mengusap bekas air matanya.

Malamnya kami beri obat pengurang rasa sakit, agar tidak terasa sakitnya dan bekas jahitannya cepat kering.  Dan ia pun bisa tidur pulas.

Selamat nak ! kau telah mengalahkan rasa ketakutanmu tentang rasa sakit, demi malaksanakan perintah Rasul.  Semoga engkau menjadi anak yang soleh yang berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi agama, bangsa dan masyarakat.  Amiin.

Komentar»

1. sedjatee - Agustus 27, 2009

wadhuh… kirain apaan…. hehehe… ternyata pornoaksi, hehehe.. dan kekerasan dalam rumah tangga, berdarah-darah, hehehe…. salam sukses…..

sedj
http://sedjatee.wordpress.com

M. Yusuf Wahyudi - Agustus 28, 2009

Ya … biar judulnya aja yang heboh ..he.he… ! ok Thanks

2. opick - September 18, 2009

kasihan firman ….

3. fahrudinbarabai - Juli 3, 2010

wah…ni burung jadi semakin kuat kicauannya kalo sudah di kuliti…hehehehe

M. Yusuf Wahyudi - Juli 3, 2010

Ya ni burungnya memang sengaja dikuliti biar bisa berkicau dan terbang :)


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.