jump to navigation

Menyamakan Frekuensi Ketuhanan Agustus 31, 2009

Posted by M. Yusuf Wahyudi in Motivasi.
trackback

frekuensi2.thumbnailIni ada sebuah artikel dari Facebook tulisan Yusron Aminulloh yang mengirim pesan kepada anggota Menebar Energi Positif yang berjudul “Taddarus Menyelesaikan Permasalahan Kawan”.  Saya coba ganti judulnya dengan “Menyamakan frekuensi Ketuhanan” yang mudah-mudahan dapat kita ambil hikmahnya untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

HARI ini saya mendapat berkah ramadhan dengan kedatangan seorang tamu, sahabat lama yang pernah saya tulis di catatan ini. Dia seorang pengusaha cukup sukses (dulunya), tapi kondisinya sekarang sedang “jatuh” dihadapan manusia, walaupun belum tentu “jatuh” di depanNya. Sahabat ini seorang yang alim. Ibadahnya tak meragukan, puasa kamis tidak pernah berhenti. Tahajud, adalah “makanan” sehari-hari.

Karena kesibukan, hampir setahun saya tidak banyak berkomunikasi. Yang mengagetkan, ternyata sahabat ini belum juga ”keluar” dari masalah. Padahal usaha lahir tidak juga berhenti, apalagi batin. Rintisan bangkit kembali dari kejayaan masa lalu juga terus diupayakan. Lagi-lagi semua seolah hanya jalan di tempat.

”Apa ya pak penyebabnya?” tanya saya.
”Rezeki, jodoh dan kematian kan ditangan Allah,”jawabnya. ”Semua saya jalani dengan ikhlas. Mungkin belum ketemu jalannya pak,”tambahnya.

PUSING juga saya mendengar jawaban kepasrahannya. Padahal, saya sering mendengar kekalutan banyak kawan dia yang terus mengkhawatirkan dengan cara dia ”gali lubang tutup lubang”. Bahkan tingkatannya menakutkan. ”Jangan-jangan penjara adalah jawaban tepat untuk dia,” begitu sering saya mendengar suara kawan-kawannya. Jadi hutang, tanggungan tidak berhenti pada kebangkrutannya, tapi merembet kemana-mana.

SAYA kemudian menggunakan teori keseimbangan energi positif dan energi negatif. Dengan sejumlah argumentasi ilmiah sesuai teori gen, atau argumentasi dengan pendekatan ayat-ayat Allah. Tetap juga tidak ”klop”, maklum kalau mau diteliti ulang, sahabat ini memang punya energi positif lumayan dominan. Selain alim, sahabat ini tidak pernah menggunakan kata kata yang melukai orang, perilaku juga santun. Jadi tidak bisa diklaim karena dijajah energi negatif kemudian dia tidak bisa keluar dari masalah.

Tapi menjelang akhir dialog sebelum saya terbang ke Jakarta, ada satu teori sederhana yang sering saya gunakan dalam pelatihan ternyata mengena. Yakni penyamaan frekwensi.

”Bapak sering mendengar radio?” tanya saya.
”Ya pak, kenapa.”jawabnya.
”Kalau radio belum pas gelombangnya, apakah kita mendengar secara jelas apa yang disiarkan?”
”Gak bisa pak,”
”Kalau gelombangnya belum pas, apakah telinga kita nyaman mendengarnya?”
”Wah pasti tidak pak. Kemresek, dan kita pasti ingin memindahkan gelombang yang lain.”jawabnya.
”Nah, kayaknya bapak sedang tidak pas menyetel ”gelombang  radio” bapak. Sehingga orang tidak ”nyaman” mendengar bapak. Buktinya komunikasi bapak dengan patner belum clear, indikatornya setahun tidak ada bisnis yang close. Tidak ada masalah yang terselesaikan.”

Dia bingung, dan mulai paham posititioningnya.

”Wah menarik ini pak,”paparnya. ”Lantas?”
”Jangan-jangan bapak juga belum satu frekwensi dengan Tuhan. Buktinya bapak tidak segera diberi jalan keluar. Jangan-jangan Tuhan juga mendengar doa bapak hanya suara ”kresek-kresek” seperti suara radio yang tidak pas frekwensinya. Ini hanya mata batin bapak sendiri yang bisa menjawab, saya sendiri gak tahulah pak,”papar saya.

DISKUSI pun tambah seru dengan topik menyamakan frekwensi. Sampai-sampai saya tularkan teori komunikasinya Al Fatihan kajian Bunda Marwah Daud Ibrahim, atau penyamaan batin dan menarik energi orang cara Emha Ainun Nadjib. Dan sejumlah pengalaman empirik betapa keseimbangan hubungan horisontal dan vertikal.

Sampai sebuah saran kecil saya lontarkan di akhir dialog.
”Kalau boleh saya usul pak. Ini saya juga terapkan saat saya mengalami kejatuhan dalam bisnis seperti bapak.”
”Apa pak usulnya.”jawabnya serius.
”Bapak kan seorang lulusan Perguruan Tinggi ternama. Ilmu bapak sangat banyak, tapi selama ini jarang bapak gunakan atau tularkan ke orang lain. Mari pak, mulai bulan depan, habis lebaran, keliling sama saya. Bagikan ilmu bapak itu untuk banyak orang di negeri ini yang sangat membutuhkan. Jangan pernah berpikir dapat uang. Itu bukan urusan kita. Itu urusan Allah.”
”Mau saya pak,”
”Jangan dikira masalah bapak bisa selesai dengan bapak kerja keras mencari uang. Berapa miliar uang yang akan bapak dapat tidak akan pernah cukup. Karena masalah yang bapak hadapi sekarang adalah izzah, harga diri dan nama baik.”
”Maksudnya pak?” tanyanya serius.
”Periode bapak sekarang tidak mencarin uang. Tapi mencari harga diri bapak yang mulai luntur, mencari kepercayaan orang yang makin lama makin berkurang, mencari diri bapak yang dulu terhormat, mulia tetapi terus berkurang kualitasnya darri waktu ke waktu.”
”Waduh senang saya pak mendengar ini,” jawabnya sambil berkaca kaca.

DAN sebelum berakhir, saya yakinkan lagi sahabat mulia saya ini. ”Percayalah pak, uang akan datang berbondong bondong, setelah bapak memiliki harga diri, kewibawaan, kepercayaan dari orang. Masalah akan mudah ”tergerus” dengan posisi batin kita yang benar dan frekwensi kita akan bening, berkualitas. Insya Allah sahabat kita banyak lagi dan bertambah jumlahnya tiap hari. Dan itulah yang mendorong dan membeningkan kualitas hubungan kita denganNya.

Alhamdulillah, saya bisa taddarus satu ayat malam ini lewat masalah ini. Semoga ada hikmah yang bisa kita ambil****

Sumber : Menebar Energi Positif-Facebook

Komentar»

1. Budhe Nur - Agustus 31, 2009

Memang kadang kita harus selalu menjaga frekuensi dengan Tuhan agar modulasi kita tidak “kemresek” dan “match”, sehingga apa yang kita minta Insya Allah dikabulkan. Amiin.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.